
KOTAMOBAGU – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) nomor urut tiga, Steven Kandouw-Alfret Denny Tuejeh (SK-ADT) menyampaikan visi dan misi dalam debat yang digelar di Kota Kotamobagu, Rabu (9/10), mengangkat isu keberlanjutan.
Dalam pemaparan debat dengan tema Pemberdayaan Ekonomi Lokal, Ketahanan Pangan, Pariwisata, Pengelolaan Sumber Daya Alam, dan Tata Ruang Berwawasan Lingkungan, Calon Gubernur, Steven Kandouw, yang juga petahana menyampaikan keberhasilan yang dilakukan selama pemerintahan mereka.
“Terus membangun atau harus musti berhenti karena harus menyesuaikan. Bagi saya, tidak ada kata lain selain terus melaju, berpacu dengan waktu membangun Sulut maju,” kata Steven yang diusung PDIP ini.
Steven mengatakan jika saat ini masyarakat Sulut telah merasakan perubahan nyata di mana Sulut menjadi magnet untuk investasi, menjadi destinasi favorit wisata dengan ketangguhan ekonomi lokal. Dia juga mengaku jika mereka telah memiliki konsep untuk lima tahun ke depan jika terpilih.
Beberapa hal yang disampaikan oleh Steven dalam pemaparannya itu di antaranya tentang mendorong PDRB naik 15 hingga 20 persen per tahun,.
Kemudian meningkatkan ekspor lewat direct call yang saat ini sudah mulai berjalan dan tetap mendorong pertumbuhan desa dengan mendukung perekonomian pedesaan.
Kandouw juga memamerkan pencapaian saat ini, di mana dia mengeklaim jika telah terjadi penurunan tingkat perbedaan antara masyarakat kaya dan miskin di Sulut, serta bagaimana ketahanan pangan di Sulut saat ini yang sudah ada di batas aman di saat dunia sedang kesulitan pangan.
“Kita juga akan mendorong realisasi investasi semakin ditingkatkan. Dan untuk ketahanan pangan, kita akan dorong pencapaian swasembada pangan dari empat saat ini menjadi delapan daerah ke depan,” ujar Steven.
Di sisi pariwisata, Steven juga mengaku jika Sulut sudah sangat terdepan dan bahkan ditunjuk sebagai salah satu Daerah Pariwisata Super Prioritas, serta berbagai penerbangan langsung dari negara lain. (ben)


















