Politeknik Negeri Manado Turut Mendorong Efektivitas Sinergi Perluasan SI APIK

389
Training of Trainer Pencatatan Keuangan UMKM menggunakan SI APIK 2024 di Hotel Four Point, Selasa (20/08/2024). (foto istimewa)

MANADO – Guna mendorong pengembangan kapasitas dan akses pembiayaan UMKM, Bank Indonesia mendorong pemanfaatan Sistim Informasi Pencatatan Informasi Keuangan (SI APIK ) oleh UMKM.

BI menggelar Training of Trainer di Hotel Four Point Manado, Selasa (20/08/2024).
Hal ini untuk melakukan pencatatan keuangan secara digital dan sistimatis, sehingga dapat mendukung pengajuan akses pembiayaan kepada lembaga keuangan.

Sebagai tindak lanjut disepakati dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dalam mendorong efektivitas sinergi perluasan SI APIK “Peningkatan Literasi Pencatatan Keuangan UMKM menggunakan SIAPIK”.

MoU diikuti bersama 5 Perguruang tinggi di Propinsi Sulawesi Utara terdiri dari Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Manado, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Manado, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Institut Agama Islam Negeri Manado, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Klabat.

Koordinator Humas dan Kerjasama Polimdo Stevie Kaligis SE.Ak ME CA mengatakan kegiatan ini diharapkan Perguruan tinggi termasuk didalamnya Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Manado melalui program pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat akan melakukan sosialisasi kepada semua UMKM di Sulawesi Utara agar dapat melakukan pencatatan keuangan secara digital dan sistimatis.

“Apalagi, Polimdo memiliki tenaga akademik yang memiliki memiliki kepakaran di bidang pencatatan keuangan,” sebut Kaligis.

Dia juga menyebutkan Polimdo dengan memiliki jurusan Akuntansi turut mendukung program BI dalam mensosialisasikan pemanfaatan Sistim Informasi Pencatatan Informasi Keuangan (SI APIK ) oleh UMKM.

Sehingga dapat mendukung pengajuan akses pembiayaan kepada lembaga keuangan.

“Intinya disini, soal pencatatan keuangan UMKM dengan baik. Jadi Polimdo juga turut memberikan edukasi kepada para UMKM agar bisa terampil soal pencatatan keuangan kepada pihak Bank yang memberikan kredit,” tuntasnya. (don)