Oleh: Jacob A.W.T.J Inkiriwang, Fakultas Ilmu Budaya
Indonesia Sebagai Kawasan Cincin
Api Pasifik
Indonesia adalah salah satu negara yang
memiliki banyak gunung aktif. Dalam hal
ini Indonesia juga termasuk dalam kawasan cincin api.
Apa itu cicin api pasifik
Ring of Fire atau cincin api merupakan sebuah fitur geologi yang terdiri dari beberapa unsur. Mulai dari busur gunung, gunung berapi, hingga parit samudera yang membentang dari
Selandia Baru ke utara dan di sepanjang
tepi Timur Asia. Bentangannya selanjutnya adalah ke arah timur melintasi Kepulauan Aleutian Alaska.
Kenapa Indonesia termasuk kawasan
cincin api
Karena bentuk geografis Indonesia itu
sendiri, yakni pertemuan tiga lempeng
tektonik dunia seperti Lempeng Indo-
Australia, Lempeng Eurasia dan
Lempeng Pasifik.
Seberapa pengaruh Indonesia
termasuk kawasan cincin api
Pengaruh besar yang di rasakan
Indonesia adalah sering terjadi bencana
alam seperti gempa dan gunung
meletus. Kita ambil contoh yang
belakang ini sedang hangat, yaitu
meletus nya gunung ruang di kabupaten
Tagulandang, provinsi Sulawesi utara.
Inilah beberapa catatan gunung yang
meletus di Indonesia, selain Gunung
Ruang:
1. Gunung Kelud
Gunung Kelud termasuk dalam tipe stratovulkan dengan karakteristik letusan eeksplosif
Dalam laporan Carl Wilhelm Wormser (1876-1946), pejabat Pengadilan Landraad di Tulung Agung (masa kolonial Belanda), yang menjadi saksi mata letusan Gunung Kelud tahun 1919. Akibat letusan tersebut, 5.160 jiwa meninggal dunia dan merusak sampai 15.000 ha lahan produktif karena aliran lahar.
2. Gunung Merapi
Gunung Merapi yang berada di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah merupakan gunung berapi teraktif di Indonesia. Gunung ini memiliki potensi kebencanaan yang tinggi karena menurut catatan modern mengalami erupsi setiap dua sampai lima tahun sekali dan dikelilingi oleh permukiman yang padat. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali.
3. Gunung Krakatau
Gunung Krakatau berada di Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di perairan Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Sumatra. Puncak gunung berapi Gunung Krakatau sirna karena letusan kataklismik pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Gunung Krakatau dikenal dunia karena letusan yang sangat dahsyat pada tahun 1883. Awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa.
Letusan tersebut menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York. (***)






















