Operasi Keselamatan Samrat 2024, Ini Tujuannya

435
Apel pasukan di Lapangan Presisi Polda Sulawesi Utara, Jumat (1/3/2024). (foto: istimewa)

MANADO – Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Bayu memimpin apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Samrat 2024 di Lapangan Presisi Polda Sulut, Jumat (1/3/2024).

Apel diikuti personel Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dispenda, Jasa Raharja, dan anggota Pramuka Saka Bhayangkara.

Kegiatan juga dihadiri para PJU Polda, dan para pejabat daerah, diantaranya Kasat Pol PP Sulut, Kadis PUPR, Kepala Balai Jalan Nasional XI Sulut, Kadis Pendidikan dan Kadis Kesehatan Sulawesi Utara.

Menurut Irwasda, kegiatan ini memberikan manfaat dalam pelaksanaan tugas Polri dan terjalin sinergitas bersama unsur lintas sektoral dan instansi terkait di bidang lalu lintas.

Hal ini guna meningkatkan simpatik masyarakat kepada Polri khususnya Polantas.

“Apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya. Kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan,” kata Kombes Pol Bayu.

Operasi kepolisian kewilayahan dengan sandi Keselamatan Samrat- 2024 ini dilaksanakan untuk menciptakan sitkamseltibcarlantas yang aman dan kondusif menjelang perayaan Idul Fitri 1445 H.

“Tujuannya untuk menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sebelum, selama dan setelah perayaan bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1445 H di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Operasi Keselamatan Samrat-2024 akan dilaksanakan di Sulawesi Utara selama 14 hari di mulai tanggal 4 hingga 17 Maret 2024, dengan tema “Keselamatan berlalu lintas yang pertama dan utama”

Target operasi meliputi pengemudi kendaraan bermotor yang menggunakan ponsel, pengemudi kendaraan bermotor yang masih di bawah umur, pengendara R2 berboncengan lebih dari 1 orang.

Kemudian pengemudi yang tidak menggunakan helm dan safety belt, mengemudikan kendaraan bermotor dalam pengaruh alkohol, pengemudi yang melawan arus lalu lintas, pengemudi ranmor yang melebihi batas kecepatan, knalpot bising dan kendaraan tidak menggunakan TNKB.

“Sasaran operasi meliputi segala bentuk potensi menyebabkan kemacetan dan lakalantas baik sebelum, pada saat maupun pasca Operasi Keselamatan Samrat 2024,” ujarnya.

Ia berharap kepada seluruh masyarakat khususnya para pengguna jalan agar mematuhi aturan dalam berlalulintas dan utamakan keselamatan.

Dimulainya Operasi Keselamatan Samrat 2024 ditandai dengan penyematan pita operasi dan penyerahan bekal kesehatan kepada perwakilan personel. (ben)