
MANADO – KPU Sulut menggelar Rapat Koordinasi Monitoring Pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Bimbingan Teknis KPPS untuk Pemilu Tahun 2024 di Swiss-Belhotel Maleosan, Manado, Senin-Rabu (15-17/1/2024).
Pelaksanaan rakor penting guna memonitoring Pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan melaksanakan Training of Trainers Fasilitator bersama KPU Kabupaten/Kota,
Ketua KPU Sulut Kenly Poluan mengatakan, rapat koordinasi ini bertujuan menyamakan persepsi terkait ketentuan dan kebijakan yang akan disampaikan ke KPPS pada saat Bimtek oleh PPS dan PPK.
Ini penting pada hari pemungutan suara tanggal 14 februari 2024, sehingga kalaupun kemudian ada sesuatu yang terjadi di TPS cara memandang atau menyelesaikannya bisa sama.
“Jangan sampai ada perbedaan dalam hal koordinasi, kebijakan maupun instruksi pada saat pemungutan maupun penghitungan suara yang mengakibatkan adanya pemungutan suara ulang (PSU). Itu yang kita hindari bersama,” ungkapnya.
Selanjutnya, Ketua Divisi Perencanaan dan Data Lanny Ointu kembali mengingatkan kian dekatnya hari pemungutan suara tentu dinamika yang terjadi dilapangan kian meninggi.
Lanny berharap semua tetap menjaga kekompakan dan meningkatkan kinerja. Apabila ada kendala yang ditemui cukup diselesaikan secara internal dan dikoordinasikan secara kolektif kolegial.
“Saya juga mengingatkan terkait perekruitan KPPS yang sementara berlangsung ini untuk memilih orang-orang terbaik karena mereka lah yang nantinya membantu kerja bapak-ibu sekalian,” tutur Ointu.
Sementara itu, Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM Awaluddin Umbola menekankan beberapa poin mulai dari TOT sampai dengan Bimtek di Kab/Kota harus dioptimalkan.
“Saya ingin di TOT ini dapat mengundang semua jajaran karena jangan sampai setelah kegiatan ini ada lagi yang beralasan tidak tahu teknis pungut hitung,” imbaunya.
“Saya ingin semua didiskusikan di forum ini dengan harapan di hari-H pemungutan suara kita dapat meminimalisir potensi permasalahan yang akan muncul,” tambahnya.
Seperti diketahui KPPS adalah ujung tombak penyelenggaran pemilu nanti sehingga mulai dari sekarang perlu dilakukan penguatan dalam proses perekrutan dan pemahaman.
“Jadi kita perlu memastikan SDM yang kita rekruit merupakan SDM yang unggul agar hasil yang dihasilkan juga maksimal,” ujarnya.
Disisi lain Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan Meidy Tinangon menyampaikan dua agenda penting yang akan dilaksanakan. Pertama, terkait Rapat Koordinasi Pembentukan KPPS dan Pelatihan untuk Fasilitator di Kabupaten/Kota.
Untuk Pembentukan KPPS penting diingatkan untuk memperhatikan hal-hal berkaitan dengan administratif maupun detail-detail yang keliatannya kecil, tapi terkadang luput diperhatikan yang kedepannya akan berdampak besar setelah terkait Training of Trainers ini.
“Saya berharap setelah kegiatan ini peserta yang hadir dapat menjadi fasilitator yang baik yang dapat melatih teman-teman PPS dan PPK untuk kemudian mereka dapat melakukan Bimtek ke KPPS,” tambahnya.
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraaan Pemilu Salman Saelangi meminta peserta yang hadir bisa fokus mengikuti kegiatan dan mempelajari modul yang dibagikan.
Walaupun Bimtek ke KPPS ini dilakukan oleh PPS dan PPK, tapi dalam prosesnya KPU Kab/Kota harus tetap mengawal. “Jadi kalian juga harus menguasai materi yang akan dibimtekkan,” kata Saelangi.
Sekretaris KPU Sulut Lucky Firnandy Majanto menghimbau agar seluruh jajaran Sekretariat KPU Kab/Kota se-Sulawesi Utara mendukung dan memfasilitasi setiap aktivitas tahapan.
“Baik yang sedang maupun akan berlangsung apalagi ketersediaan anggaran di masing-masing satuan kerja mencukupi,” pungkasnya. (*/ben)




















