MANADO – Sebanyak 19 peserta dari berbagai rumah sakit di Sulawesi Utara dan wilayah Indonesia Timur mengikuti pelatihan dialisis perawat.
Pelatihan itu sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan serta mutu pelayanan keperawatan dialisis dari Tahun 2025 sampai 2026.
Pelatihan yang dipusatkan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado ini berlangsung selama 94 hari dengan total 906 Jam Pelajaran.
Kegiatan dilaksanakan dua tahap, yakni 27 Oktober hingga 20 Desember 2025 dan dilanjutkan pada 5 Januari hingga 4 Maret 2026.
Peserta terdiri dari RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado sebanyak 2 orang, RSUD Maria Walanda Maramis 2 orang, RSUD dr. M. Haulussy Ambon 1 orang, RS Dr. JH Awaloei 2 orang, RSUD Clara Gobel 1 orang, RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano 2 orang, RS Hermana Lembean 4 orang, RS Hermina Manado 1 orang, Siloam Hospitals Manado 2 orang serta RSUD Abepura 2 orang.
Selama pelatihan, para peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran yang mencakup teori dan praktik klinis terkait pelayanan dialisis.
Seluruh peserta dinyatakan telah menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran dan evaluasi dengan baik.
Peserta lulus dan berhak memperoleh sertifikat pelatihan melalui Learning Management System (LMS) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Adapun materi yang diberikan dalam pelatihan meliputi terapi pengganti ginjal, asuhan keperawatan pra, intra, pasca hemodialisis, penanganan hemodialisis khusus, asuhan keperawatan jangka panjang pasien hemodialisis, pelayanan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD), dialiser reprocessing hingga edukasi bagi pasien dialisis dan keluarga.
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, memberikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya perawat yang bertugas di layanan dialisis.
“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme perawat dalam memberikan pelayanan dialisis yang aman, bermutu, serta berorientasi pada keselamatan pasien,” ujar Rampengan.
RSUP Kandou sebagai rumah sakit rujukan nasional di kawasan Indonesia Timur terus berkomitmen menjadi pusat pendidikan, pelatihan.
RSUP Kandou menjadi pengembangan tenaga kesehatan guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (*/ben)






















