Bupati Thungari Dorong Desa Mandiri Lewat Program Membara

274
Istimewa

SANGIHE – Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam mendorong pembangunan dari pinggiran kembali ditunjukkan lewat pelaksanaan Program Bimbingan Teknis dan Pemberdayaan Masyarakat “Membara”.

Program yang digelar pada Selasa (24/6/2025) tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Michael Thungari, sebagai wujud komitmen kehadiran pemerintah bersama masyarakat desa.

Dalam sambutannya, Bupati Thungari menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan desa bukan hanya terletak pada aspek fisik, melainkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami ingin desa-desa di Sangihe tidak hanya berkembang secara fisik, tapi juga kuat secara sumber daya manusia,” tegasnya.

Program Membara dirancang sebagai pendekatan pembangunan desa yang menyeluruh dan terintegrasi.

Program ini memfokuskan pada peningkatan kapasitas aparatur desa, pendampingan dalam perencanaan partisipatif, serta pelatihan kewirausahaan dan penguatan ekonomi lokal.

Untuk mendukung pelaksanaannya, Pemkab Sangihe menghadirkan narasumber profesional dari BKPSDMD dan instansi teknis lainnya.

Para peserta diberikan berbagai pengetahuan praktis guna mengelola potensi desa secara optimal dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat sebagai kunci pembangunan yang berhasil.

“Kami akan terus hadir, memberi dukungan nyata dan memastikan desa-desa kita bergerak maju bersama,” ujar Bupati Thungari.

Ia juga menambahkan bahwa program ini bukanlah kegiatan seremonial belaka, melainkan sebuah gerakan bersama yang menempatkan desa sebagai pusat pembangunan.

Dampak positif dari Membara mulai terlihat di beberapa wilayah.

Sejumlah desa yang sebelumnya termasuk kategori tertinggal, kini mulai menunjukkan kemajuan signifikan berkat pendampingan intensif dari pemerintah.

Ke depan, Membara akan menjadi model pembangunan desa di Sangihe, dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal yang dimiliki setiap kampung. (IvAn)