Paskah Nasional di Manado, Iman Menguat di Tengah Ujian Gempa

113
Yulius Selvanus. (ist)

MANADO – Perayaan Paskah Nasional 2026 di Kawasan Pohon Kasih, Megamas, Kota Manado, Rabu (8/4/2026), berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh sukacita.

Ribuan umat Kristiani dari berbagai daerah memadati lokasi ibadah, meneguhkan iman dalam balutan kebersamaan yang menjadi ciri khas Sulawesi Utara.

Ibadah yang berlangsung tertib dan aman itu tidak sekadar menjadi perayaan keagamaan tahunan, tetapi juga momentum refleksi kolektif.

Nuansa persaudaraan dan toleransi tampak kuat sepanjang rangkaian acara, mencerminkan kehidupan sosial masyarakat Sulut yang harmonis.

Makna Paskah tahun ini terasa lebih dalam. Perayaan digelar hanya beberapa hari setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah tersebut pada 2 April 2026.

Peristiwa itu sempat memunculkan kekhawatiran, namun tidak menyurutkan langkah umat untuk tetap hadir dan mengikuti ibadah hingga puncak acara.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus mengajak masyarakat menjadikan Paskah sebagai momentum kebangkitan.

“Makna kebangkitan Kristus mengajarkan kita untuk tidak larut dalam ketakutan. Saatnya kita bangkit kembali dengan harapan dan kekuatan baru,” ujar Yulius Selvanus.

Ia menekankan, semangat toleransi dan kerukunan yang selama ini terjaga di Sulut harus terus dipelihara.

Nilai saling menghormati dan menyayangi dinilai menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam.

Menurut Gubernur Gubernur Yulius Selvanus, percepatan pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, gereja, dan masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan daerah, tetapi juga mendorong pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam perayaan ini, antara lain Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan pimpinan gereja.

Kehadiran para tokoh serta antusiasme umat menjadi gambaran kuatnya solidaritas masyarakat Sulawesi Utara.

Di tengah ujian bencana, Paskah menjadi ruang bersama untuk meneguhkan harapan.

Perayaan ditutup dengan pesan damai yang sederhana namun mengena.

“Tuhan menyertai torang samua,” kata Yulius Selvanus, menegaskan keyakinan bahwa iman dan kebersamaan tetap menjadi sumber kekuatan utama. (*/ben)