Hashim Djojohadikusumo: Paskah Nasional di Manado Membawa Pesan Damai untuk Dunia

130
Istimewa

MANADO – Perayaan Paskah Nasional 2026 yang dipusatkan di kawasan Megamas tepatnya di area pohon kasih, Rabu (8/4/2026) berjalan penuh khidmat.

‎Perayaan ini dipadati puluhan ribu umat Kristiani di tengah situasi dan dinamika global dan tantangan kebangsaan.

Kota Manado menghadirkan sebuah pesan kuat dari timur Indonesia, persatuan masih menjadi fondasi utama bangsa.

‎‎Perayaan paskah ini tidak sekadar perayaan iman. Momentum ini menjelma menjadi panggung besar kebangsaan, di mana nilai spiritual bertemu dengan semangat toleransi.

‎‎Hal itu tergambar jelas dalam Puncak Perayaan Paskah Nasional 2026 yang berlangsung khidmat.

‎Lebih dari sekadar perayaan iman, momentum ini menjelma menjadi panggung besar kebangsaan di mana nilai spiritual bertemu dengan semangat toleransi dan persatuan dalam keberagaman.

‎Dari Manado untuk Indonesia, Merawat Persatuan di Tengah Perbedaan ‎Mengangkat tema “Supaya Kita Menjadi Satu” (Yohanes 17:21).

Perayaan ini menegaskan kembali relevansi nilai persatuan ditengah masyarakat yang majemuk di hadapan sekitar 60 ribu jemaat,

‎Pendeta Dr Adolf Katuuk Wenas M.Th menegaskan bahwa Paskah bukan hanya tentang kebangkitan Kristus, tetapi juga tentang kebangkitan kesadaran kolektif untuk hidup dalam damai.

‎‎“Persatuan tidak lahir dari keseragaman, tetapi dari kesediaan untuk saling menerima. Di sinilah makna Paskah menjadi nyata dalam kehidupan berbangsa,” tegasnya.

‎Ia juga mengingatkan pentingnya menolak segala bentuk intoleransi, sekaligus memperkuat moderasi beragama sebagai fondasi Indonesia yang damai dan inklusif.

‎Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, menyebut kepercayaan menjadikan Manado sebagai tuan rumah Paskah Nasional sebagai sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

‎Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan masih hidup kuat di tengah masyarakat Sulut.

‎“Ini bukan sekadar jumlah, tetapi cerminan harmoni sosial yang telah lama terbangun di daerah ini,” ujar Yulius.

‎‎Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo yang juga menjadi penggagas kegiatan, mengaitkan perayaan ini dengan kondisi dunia yang diliputi ketidakpastian.

‎Saat dunia terpecah oleh konflik, Indonesia justru menunjukkan wajah persatuan. Ini kekuatan kita.

“‎‎Persatuan tidak lahir dari keseragaman, tetapi dari kesediaan untuk saling menerima. Di sinilah makna Paskah menjadi nyata dalam kehidupan berbangsa,” tegasnya.

‎‎Menutup sambutannya, Hashim kembali menegaskan pentingnya persatuan nasional.

‎Ia menyebut Presiden Prabowo selalu membuka ruang bagi semua elemen bangsa untuk bersama membangun Indonesia.

‎“Kalau ada yang di luar pemerintah, itu pilihan mereka. Tapi jika ingin bergabung, pintu selalu terbuka. Pak Prabowo adalah seorang pemaaf,” tandasnya.

‎Perayaan Paskah Nasional di Manado tahun ini pun menjadi simbol kuat semangat persatuan lintas elemen masyarakat.

Sebagai refleksi akan pentingnya menjaga keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan. (ben)