Tsubasa Tawarkan Mahasiwa Polimdo Berkarir di Jepang

566
Wadir Juliet Makinggung memberikan sambutan saat kunjungan tim Tsubasa International di Ruang Teater Polimdo, Senin (2/3/2026). (ist)

MANADO – TSUBASA International The Power Of Education melakukan kunjungan resmi ke Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Senin (2/03/2026).

Kunjungan tim perusahan asal Jepang ini sebagai langkah awal penjajakan kerja sama antara kedua pihak dalam membuka peluang karier internasional bagi mahasiswa.

Kedatangan tim TSUBASA disambut jajaran pimpinan Polimdo, yakni Direktur Dra Mareyke Alelo MBA bersama Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Juliet Makinggung SE MSi.

Kata Wadir Juliet, pertemuan ini memiliki prospek baik ke depan, terutama dalam memperluas wawasan dan pengalaman mahasiswa terkait kompetensi kerja di luar negeri.

“Polimdo mendapatkan pemahaman terkait peluang kerja sama di luar negeri. Ada peluang di bidang perhotelan, kapal pesiar, hingga engineering,” tuturnya.

CEO TSUBASA, Yoshiyuki Kyomoto menjelaskan bahwa pihaknya mengantarkan kandidat Indonesia meraih puak karier di Jepang.

Kata dia, Jepang memiliki dua skema utama yang ditawarkan, yakni Magang Teknis dan SSW (Specified Skilled Worker atau Tokutei Ginou).

“SSW adalah pekerja profesional Indonesia. Selain itu, ada juga skema baru bernama Ekusei Shurou, yang sangat baik karena mencakup jaminan kehidupan seperti sosial dan fasilitas lainnya,” jelasnya.

Program magang teknis memiliki masa kerja satu hingga dua tahun dan tidak memungkinkan perpindahan tempat kerja.

Sedangkan SSW memberikan kesempatan bekerja hingga lima tahun dengan fleksibilitas yang lebih luas.

Menurut Kyomoto, sekitar 40 persen peluang kerja yang dijanjikan TSUBASA berada di sektor pariwisata.

Selain itu, tersedia juga peluang di bidang keperawatan, teknik sipil, dan pertanian.

“Di sini kami ingin mendidik anak-anak Indonesia. Inilah yang kami janjikan sebagai tempat kerja di Jepang,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan alasan memilih Manado sebagai lokasi kerja sama.

Keterbatasan lapangan kerja di dalam negeri menjadi tantangan bersama.

“Kami menyadari pemerintah tidak dapat menyediakan pekerjaan bagi semua. Karena itu, TSUBASA hadir memberikan sesuatu yang berbeda di Manado, yakni kesempatan bekerja di luar negeri,” pungkasnya. (don)