MINSEL – Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar SH menghadiri kegiatan laporan program sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Desa Ekowisata Kapitu yang digelar di Pantai Desa Kapitu, Kecamatan Amurang Barat.
Kegiatan ini menjadi titik awal pembangunan fasilitas pendukung desa ekowisata yang dirancang untuk memperkuat pariwisata berbasis lingkungan dan mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir.
Peletakan batu pertama menandai dimulainya pembangunan fisik kawasan yang ditargetkan menjadi model pengelolaan wisata berbasis komunitas di Kabupaten Minahasa Selatan.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menyampaikan apresiasi kepada PT Cargill Indonesia atas dukungan pendanaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Dukungan tersebut diwujudkan dalam rehabilitasi terumbu karang seluas 1.025 meter persegi, penanaman 2.000 mangrove di area pesisir seluas kurang lebih 500 meter persegi serta pengadaan sistem penjemputan sampah dan pembersihan Pantai Desa Kapitu.
Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Jerman melalui Global Nature Fund atas dukungan pembangunan fasilitas Desa Ekowisata Kapitu.
Selain itu, Manengkel Solidaritas turut mendapat penghargaan atas peran aktif dalam memfasilitasi dan mendampingi kegiatan, termasuk bantuan alat kebersihan pantai.
Ada juga peralatan kerja bagi BUMDes dan pengelolaan mangrove serta dukungan pengawasan melalui Kelompok Masyarakat Pengawas Kapitu.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.
Pengembangan Desa Ekowisata Kapitu diharapkan mampu menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui keterlibatan langsung sebagai pelaku utama.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Kalvari Kapitu, Pendeta Meygie Torar-Mundung MTh, para pejabat pimpinan tinggi pratama, jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, perwakilan PT Cargill Indonesia Amurang, Perkumpulan Manengkel Solidaritas.
Hadir pula Pemerintah Kecamatan Amurang Barat, Pemerintah Desa Kapitu serta tokoh agama, tokoh masyarakat, BPD, BUMDes, kelompok masyarakat pengawas, kelompok mangrove, kelompok sadar wisata, dan tamu undangan lainnya. (*/ben)






















