MADURA – Sistem kelistrikan di Pulau Madura kini menunjukkan peningkatan kualitas tegangan dan efisiensi yang signifikan berkat keberhasilan pengoperasian sebuah peralatan strategis.
Sebelum akhir November, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) sukses melaksanakan proses energize kapasitor 1 x 50 MVAR di Gardu Induk 150 kV Guluk-Guluk, Madura.
Pencapaian ini menjadi penting karena proses pengoperasian peralatan tersebut dilakukan lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan, yang seharusnya baru dapat beroperasi pada Desember 2025 hingga Januari 2026.
Kecepatan ini diklaim berkat koordinasi dan sinergi yang solid antara tim internal dan mitra kerja.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menyampaikan apresiasinya atas percepatan pekerjaan ini.
“Keberhasilan energize di GI Guluk-Guluk ini merupakan buah dari sinergi apik antara PLN dan Mitra Kerjanya. Pekerjaan yang seharusnya beroperasi akhir tahun ini dapat kami percepat, sehingga manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat Madura,” ujar Ika.
Dengan beroperasinya Kapasitor 50 MVAR ini, sistem kelistrikan Madura menunjukkan peningkatan kualitas tegangan dari sebelumnya 140 kV 148 kV.
Peralatan ini juga berkontribusi dalam mengurangi beban arus pada penghantar Bangkalan–Sampang, yang secara langsung meningkatkan efisiensi dan keandalan jaringan transmisi.
Ika Sudarmaja menekankan dampak positif dari perbaikan teknis ini.
“Peningkatan tegangan menunjukkan sistem semakin stabil dan andal. Selain itu, penurunan beban arus pada penghantar Bangkalan–Sampang memberikan ruang lebih bagi sistem untuk bekerja dengan efisien. Kami berkomitmen untuk terus mendukung keandalan sistem kelistrikan Madura melalui berbagai program strategis lainnya,” tutup Ika.
Pemasangan kapasitor 50 MVAR di GI Guluk-Guluk merupakan komponen penting dari jaringan transmisi 150 kV Madura yang terhubung melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) ke sistem Jawa-Bali.
Data menunjukkan, dengan peningkatan tegangan mendekati batas nominal 150 kV, kerugian daya akibat transmisi (losses) dapat diminimalkan, yang berdampak positif pada kualitas daya yang diterima oleh pelanggan akhir di Madura.
Keberhasilan operasi kapasitor ini memastikan stabilitas tegangan dan keandalan listrik bagi masyarakat Madura, yang terus membutuhkan pasokan listrik berkualitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. (*/ben)





















