
MANADO – Keikutsertaan Persma 1960 pada kompetisi Liga 4 tidak main-main. Menatap kompetisi musim depan, manajemen segera gelar seleksi.
Hal tersebut terkuak saat Press Conference manejemen Persma 1960, Sabtu (1/11) di salah satu cafe di kawasan Megamas Manado.
Kehadiran Persma Manado membawa angin segar bagi dunia sepak bola di Sulawesi Utara yang sudah lama mati suri.
Klub yang menjadi ikon sepak bola Sulawesi Utara itu kini telah diakuisisi dan dikelola secara profesional, dengan dukungan penuh Gubernur Sulut Yulius Selvanus.
Christian Yokung, salah satu pengurus mengatakan proses akuisisi Persma berjalan mulus dan kini berada di bawah manajemen baru yang berkomitmen membangun tim secara serius.
“Persma 1960 ini sudah diakusisi kembali ke Provinsi Sulawesi Utara lewat Pak Gubernur YSK. Ini semangat baru bagi dunia olahraga Sulut. Kita ingin menghidupkan lagi gairah sepak bola, terutama lewat klub asli kebanggaan Manado ini,” ujar Yokung.
Dalam struktur kepengurusan baru Persma 1960 terdapat nama besar Ismed Sofyan, mantan pemain legendaris Persija Jakarta sekaligus pemain timnas Indonesia, yang kini ikut memperkuat jajaran pengurus klub.
Dalam percakapan via telepon Ismed Sofyan mengatakan kehadirannya di Persma Manado bukan sekadar simbolis.
Ia datang ke Manado dengan misi serius membangun tim profesional yang mandiri tanpa bergantung pada dana pemerintah
“Persma akan dikelola profesional. Kami ingin membangun tim yang kuat, mandiri, dan berkarakter,” tegas Ismed.
Langkah awal Persma 1960 dalam waktu dekat akan mengelar seleksi terbuka bagi talenta muda asal Manado.
“Tahap pertama kita seleksi khusus untuk warga Manado. Siapa pun yang punya potensi, kami beri kesempatan. Kita mau Persma benar-benar jadi rumah bagi pemain Manado,” ujar Ismed Sofyan.
Dari sisi target, salah satu pengurus Persma 1960 lain Samuel Patabang turut menegaskan kalau Klub berjuluk Badai Biru ini tak ingin sekadar ikut kompetisi, namun langsung secara tajam menatap promosi ke Liga 3 sebagai sasaran jangka pendek.
“Target awal kita juara di Liga 4 dan naik ke Liga 3. Dari situ, kita akan terus naik level setiap tahunnya,” tambah Samuel.
Samuel menambahkan, selain membangun tim, Persma akan menghadirkan berbagai elemen pendukung seperti merchandise dan jersey resmi yang akan menjadi simbol kebangkitan klub kebanggaan masyarakat Sulut.
“Persma, Badai Biru, awas badai biru datang! Akan muncul kembali di Sulawesi Utara,” tukasnya penuh semangat. (ben)




















