Melayani Pasien Penyakit Stroke Diperlukan Kesabaran, Empati, Ketelitian dan Kelembutan

564
Ners Engelin Kosegeran, S.Kep, M.Kes. (ist)

MANADO – Penyakit stroke terjadi ketika suplai darah ke bagian otak berkurang karena penyumbatan atau ketika pembuluh darah di otak pecah.

Serangan stroke dapat terjadi secara tiba-tiba dan harus ditangani segera karena dapat mengakibatkan kondisi yang membahayakan.

Apabila tidak ditangani segera, stroke dapat menyebabkan kerusakan otak yang berkepanjangan, kecacatan jangka panjang, atau bahkan kematian.

Jadi periode waktu atau yang disebut golden periode untuk penanganan Penyakit stroke sebelum 4,5 jam harus diperhatikan.

Banyak mitos yang beredar mengenai penyakit stroke. Salah satu mitos yang paling dipercaya adalah stroke hanya menyerang para orang tua. Namun faktanya, stroke bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal usia.

Kepala Ruangan Edelweis I khusus Neurologi/Saraf RSUP Kandou Ners Engelin Kosegeran SKep, M.Kes kepada Arenapost.id, Selasa (15 Juli 2025) menjelaskan bahwa ketika merawat pasien stroke memang membutuhkan kesabaran.

“Kesabaran adalah kunci dalam membantu pemulihan pasien stroke, baik secara fisik maupun psikologis,” ujarnya.

Pasien stroke seringkali mengalami keterbatasan fisik, gangguan komunikasi dan perubahan emosi.

Semuanya membutuhkan pemahaman dan dukungan yang sabar dari keluarga dan perawat.

Pasien stroke sangat membutuhkan dukungan keluarga dalam proses pemulihan mereka.

Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi, membantu perawatan, dan mempercepat proses pemulihan pasien stroke.

Dukungan keluarga juga dapat meningkatkan semangat dan motivasi pasien untuk sembuh, terutama dalam menjalani terapi dan rehabilitasi.

Keluarga dapat membantu dalam berbagai aspek perawatan, seperti membantu pasien untuk latihan bergerak, makan, minum obat, dan menjaga kebersihan diri.

“Dukungan emosional dari keluarga dapat membantu pasien mengatasi masalah psikologis seperti depresi dan kecemasan yang sering muncul setelah stroke,” ujar Ners Engelin yang sudah 27 tahun berdinas sebagai perawat di RSUP Kandou Manado.

Ruangan Edelweis 1 khusus penyakit Neurologi/ saraf RSUP Prof Dr RD Kandou Manado sendiri siap melayani pasien 24 jam dengan sistem shift. (ben)