MINUT – Desa Matungkas memiliki beragam jenis mata pencarian termasuk kebun pepaya, kebun pisang, kebun cabai (rempah-rempah), kebun ubi Kayu, dan waduk untuk budi daya ikan air tawar, serta peternakan ayam.
Desa ini yang masyarakatnya memiliki komposisi 98% penduduk kristiani saat ini menjadi salah satu pusat pembangunan yang ada di Kabupaten Minahasa Utara.
“Baru-baru ini, saya melakukan perjalanan singkat dengan mobil kesayangan ke Desa Matungkas tepatnya di Telaga RR milik tante saya, tante Opi. Suasana disini adem, jauh dari perkotaan, tanpa kebisingan,” ucap Deisty Engelina Massie, Kamis (10/07).
Wanita yang bekerja di dunia perbankan ini senang dengan suasana pedesaan.
“Setelah memarkir kendaraan di tepi Telaga RR, saya diperhadapkan dengan hamparan Telaga milik tante Opi, perasaan menjadi tenang. Langit biru berbaur awan putih, membuat suasana menjadi lebih cerah dan nyaman,” tuturnya
Maklum, keke asli Desa Noongan, Kecamatan Langowan itu terbiasa dengan suasana pedesaan.
Setibanya di Telaga RR, Deisty langsung mencoba keberuntungan dengan memancing ikan bersama tantenya.
Raut wajah Deisty terlihat sumringah kala menjaring ikan mas peliharaan tantenya.
“Aduh, dapat ikannya. Mulai dari kecil, sedang dan besar. Sensasinya beda mancing ikan,” sebutnya bangga.
Tante Opi pun terlihat membaur dengan Deisty di tepi telaganya. Sontak keduanya mengangkat hasil jaringan ikan.
Sejurus kemudian, hasil tangkapan ikan dipindahkan ke dapur untuk dimasak.
Tante Opi pun bercerita sejak berdiam di Telaga RR nya, pikiran merasa tenang.
Ia bercerita suasana alam disini berbeda dengan di Kota disaat menikmati pensiun sebagai perawat.
“Saya terkadang sering balik ke Manado di rumah saya, tapi belakangan ini lama menetap di Matungkas,” ucapnya.
“Suasana disini (Telaga RR, red) sangat tenang, semuanya lengkap, signal Telkomsel terjangkau untuk bisa berkomunikasi dengan keluarga,” sambung tante Opi.
Di areal tanahnya itu, tante Opi memilik kurang lebih empat Telaga. Punya ratusan pohon kelapa dan ternak hewan yang dipelihara seperti ayam, bebek dan anjing.
Tak jarang, pertemuan keluarga pun berlangsung di Telaga RR yang asri.
“Intinya menjaga ketenangan seseorang itu perlu. Sekali-kali menikmati alam pedesaan,” ujarnya.
“Sehat selalu ya Tante. Jaga kesehatan,” imbuh Deisty. (*/red)





















