RS R.D Kandou Manado Sukses Operasi Pemasangan Implan Kokhlea pada Balita 6 Tahun

317
Dirut R.S R D Kandou Dr.dr Ivonne Rotty,M.Kes,bersama Tim medis saat memberikan penjelasan kepada awak media, Kamis (15/8/2024). (foto ben)

MANADO – RS R.D Kandou Manado sukses melaksanakan tindakan operasi pemasangan implan kokhlea (Rumah Siput) pada anak laki-laki berusia 6 tahun dengan diagnosa tuli kongenital bilateral.

Operasi ini merupakan yang pertama kali di Sulawesi Utara, digelar Kamis pagi (15/08) dengan melibatkan tenaga medis yang profesional dari RS Kandou berkolaborasi dengan tim medis RSCM Jakarta.

Operasi dipimpin oleh dr Harim Priyono,Sp T.H.T. B.K.L. SubSp.Oto (K).dan vendor implan kokhlea (MED-EL Hearing Implant).

Implan koklea adalah perangkat elektronik kecil dan rumit yang dapat membantu memberikan indra pendengaran kepada orang yang tuli berat atau sangat sulit mendengar.

Implan terdiri dari bagian luar yang berada di belakang telinga dan bagian kedua yang ditempatkan melalui pembedahan di bawah kulit.

Direktur Utama RS.RD Kandou, Dr dr Ivonne Elisabeth Rotty MKes saat mengelar konferensi pers mengatakan langkah RSUP Kandou dalam memfasilitasi kebutuhan para penderita gangguan pendengaran agar mendapat tindakan pengobatan yang tepat dan aman, khususnya di wilayah Sulawesi Utara.

Melalui tim medis, para penderita gangguan pendengaran tidak perlu khawatir lagi dengan proses komunikasi yang akan dilakukan, karena RSUP Kandou sekarang sudah dapat melakukan operasi implan koklea dengan aman.

“Kami berharap layanan ini dapat membantu kualitas hidup penderita gangguan pendengaran sejak lahir menjadi lebih baik,” tutur dr Ivonne.

Tim dokter dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo Dr.dr Harim Priyono so.THT mengatakan risiko komplikasi implan koklea lebih rendah dibandingkan operasi amandel lantaran implan koklea tidak berada dalam saluran pernafasan dan tidak ada risiko pendaharan dalam jumlah banyak.

“Operasi implan koklea kalau dilihat bahayanya itu jauh di bawah operasi yang paling sering dilakukan yaitu operasi amandel. Dan untuk biaya operasi seluruhnya ditanggung BPJS, sedangkan untuk implan fasilitas vendor,” pungkasnya.(ben)