Operasi Transplantasi Ginjal di RS Kandou Berjalan Sukses, Resipien dan Pasien Baik-baik Saja

427
dr Ivonne Rotty didampingi jajaran tim medis. (foto ben)

MANADO – RS RD Kandou kembali sukses melaksanakan Operasi Transplantasi Ginjal ke-2 yang digelar Minggu (28/7/2024).

Transplantasi ginjal dilakukan terhadap pasien NSM (22 tahun) sebagai resipien dan pasien OK (43 tahun) sebagai donor. Hubungan antara resipien dan pendonor merupakan ibu dan anak.

Tim Ahli RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta yakni Dr dr Maruhum Bonar Marbun SpPD KGH dan Prof Dr dr Nur Rasyid SpU (K) menyatakan keberhasilan tersebut saat sesi konferensi pers usai operasi.

“Kondisi pasien sudah stabil dan kembali ke ruang perawatan biasa, sementara kondisi resipien juga baik,” kata dr Maruhum Bonar Marbun.

Fungsi ginjal saat ini dalam pengawasan yang ketat dan sudah berjalan baik. Untuk Resipien akan dirawat secara intensif yang sudah masuk ke ruang ICU.

“Pasien yang akan melakukan transplantasi ginjal bisa mendapatkan pembiayaan dari BPJS Kesehatan, tetapi ada selisih biaya yang harus dibayarkan pasien,” tambahnya.

Selisih ini tentunya dapat dibayarkan secara mandiri, asuransi lain atau dibayarkan rumah sakit sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Persiapan kepada pasien resipien dan donor telah dilakukan selama beberapa waktu dengan tujuan prosedur transplantasi dapat meminimalisir risiko yang ditimbulkan.

Kondisi terakhir pendonor saat ini sudah stabil dan kembali ke ruang perawatan biasa, sementara kondisi resipien juga baik.

Artinya, fungsi ginjalnya yang saat ini dalam pengawasan ketat sudah berlangsung baik. Resipien akan dirawat secara intensif, saat ini masuk ke dalam perawatan ICU.

Pasien yang akan melakukan transplantasi ginjal bisa mendapatkan pembiayaan dari BPJS Kesehatan, tetapi ada selisih biaya yang harus dibayarkan oleh pasien.

Selisih ini dapat dibayarkan secara mandiri, asuransi lain atau dibayarkan rumah sakit sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Dirut RS.RD Kandou Dr dr Ivonne Rotty MKes menyampaikan awalnya dilaksanakan tata laksana pra transplantasi ginjal pada resipien untuk mengoptimalkan kondisi resipien ketika menjalani prosedur transplantasi selama periode pra transplantasi

“Tim transplantasi ginjal telah memberikan edukasi terkait proses transplantasi organ terhadap donor dan resipien, sedangkan tim advokasi telah melakukan wawancara terhadap pendonor dari aspek psikis serta legalitas,” jelas dr Ivonne Rotty. (ben)