SANGIHE – Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M menegaskan bahwa besarnya anggaran daerah harus berbanding lurus dengan manfaat yang diterima masyarakat.
Penegasan itu disampaikan saat membacakan Pengantar Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Sangihe, Senin (31/8/2026).
Thungari menekankan, perubahan APBD tidak boleh hanya dilihat dari perubahan angka, tetapi harus menjadi instrumen pemerintah daerah dalam menyesuaikan kebijakan fiskal dengan kebutuhan masyarakat.
“Perubahan APBD harus responsif, efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Thungari.
Rincian Perubahan APBD 2026 Sangihe:
1. Belanja Daerah: Diusulkan Rp905.434.916.368,94. Naik Rp71,08 miliar dari sebelumnya Rp834,34 miliar
Fokus: Pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perlindungan sosial & pemberdayaan ekonomi
2. Pendapatan Daerah: Diproyeksikan Rp895.199.757.908 Naik Rp39,40 miliar dari sebelumnya Rp855,79 miliar
Sumber: Realisasi semester I 2026, potensi PAD, transfer pusat & provinsi
3. Pembiayaan Daerah: Penerimaan diproyeksikan Rp47.409.629.000 Naik sekitar Rp31,6 miliar dari SiLPA 2025
Pemkab Sangihe juga akan meninjau belanja yang kurang berdampak langsung.
“Kita tidak boleh pakai pendekatan sebanyak-banyaknya anggaran yang dibelanjakan, tapi sebesar-besarnya manfaat dari setiap rupiah anggaran,” tegas Thungari.
Untuk meningkatkan PAD, Pemkab akan optimalkan pelayanan pajak & retribusi, pemutakhiran data wajib pajak, dan penguatan pengelolaan aset.
Namun tetap proporsional agar tidak membebani masyarakat dan dunia usaha.
Mengingat Sangihe adalah daerah kepulauan, anggaran juga diarahkan untuk mengatasi tantangan konektivitas, pemenuhan pelayanan dasar, dan ketergantungan pada transfer pusat.
Thungari meminta jajaran meningkatkan disiplin anggaran, mempercepat program prioritas, dan memperkuat tata kelola transparan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi Pemda, DPRD, pusat, provinsi, dunia usaha dan masyarakat.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Sangihe Denny Roy Tampi, S.E Selanjutnya pembahasan masuk ke tahap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD. (Ivan)





















