Gelar Kegiatan FGD, Pewarna Sulut Matangkan Rakerda Tahun 2026

51
Sisco Manossoh.(dok)

MANADO – Pengurus Daerah Persatuan Wartawan Nasrani Sulawesi Utara (PD Pewarna Sulut), Senin 19 Oktober 2026 pekan depan akan menggelar Focus Group Discusion (FGD) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2026.

‎Kegiatan yang bertajuk “Sinergi Gereja dan Penguatan Ketahanan Sosial Kemasyarakatan” akan di pusatkan di Gedung aula Pemerintah Kota Manado.

‎Pelaksanaan kegiatan ini, menjadi agenda tahunan Pengurus Daerah Pewarna Sulut untuk mengevaluasi program yang dilaksanakan tahun sebelumnya dan menyusun kembali program tahun 2027 mendatang.

‎Berbagai persiapan yang telah kerjakan oleh panitia pelaksana, mulai dari rapat panitia, sampai pengecekan lokasi kegiatan.

Hal itu lakukan, untuk suksesnya pelaksanaan agenda tahunan pewarna Sulut tahun 2026.

‎Ketua panitia pelaksana, Alfeyn Gilingan menjelaskan, sampai hari ini panitia terus bekerja guna mematangkan persiapan pelaksanaan kegiatan ini.

‎”Kami terus bekerja menyiapkan segala kebutuhan acara pelaksanaan kegiatan FGD dan Rakerda Pewarna Sulut,” kata Alfeyn.

‎Sementara itu, Ketua PD Pewarna Sulut Sisco Manossoh mengatakan segala bentuk persiapan acara ini, telah diserahkan kepada panitia pelaksana.

‎Menurutnya, Rakerda merupakan agenda tahunan yang harus dilasanakan.

“Ini untuk mengevaluasi program yang sudah di laksanakan tahun sebelumnya dan menyusun program baru yang akan dilaksanakan pada tahun selanjutnya. Rakerda ini juga menghadirkan pengurus cabang Pewarna Kabupaten dan Kota se- Sulut,” ujar putra Nusa Utara ini.

‎Selain kegiatan Rakerda kata Manossoh, juga akan dilaksanakan kegiatan FGD yang melibatkan pemerintah, tokoh gereja dan pemerhati sosial untuk berdiskusi membahas fenomena sosial di tengah Gereja dan Masyarakat di Sulawesi Utara.

‎”Apa yang menjadi hasil dalam diskusi ini, nantinya menjadi sebuah rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah maupun pimpinan gereja,” ucap Manossoh.

‎”Kami berharap, kegiatan FGD ini akan menghasilkan sebuah rekomendasi sebagai solusi dalam menangani gejolak sosial serta penguatan ketahanan sosial kemasyarakatan,” pungkasnya. (*/ben)