Pertamina bersama Pemkot Bitung Sidak Tempat Usaha, Pastikan Distribusi LPG 3 Kg Tepat Sasaran

131
Istimewa

‎BITUNG – PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Sulutgo bersama Pemerintah Kota Bitung dan DPRD Provinsi Sulut menggelar sidak untuk memantau distribusi LPG 3 kg tepat sasaran, Rabu (11/03/2026).
‎
‎Langkah ini bertujuan agar penyaluran gas subsidi sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar berhak.

Tim gabungan mengunjungi sejumlah pangkalan guna memastikan stok aman sekaligus memantau jalur niaga di lapangan.
‎
‎Selain memeriksa pangkalan, petugas melakukan monitoring langsung ke sektor usaha yang dilarang menggunakan LPG subsidi.
‎
‎Sasaran utama pemantauan ini mencakup usaha binatu atau laundry, restoran besar, hingga kafe di wilayah Bitung.

Sayangnya, tim masih menemukan banyak pengusaha laundry dan restoran yang nekat menggunakan gas melon tersebut.
‎
‎Pertamina langsung memberikan solusi nyata bagi pelaku usaha yang tertangkap tangan masih menggunakan gas subsidi.

Mereka menawarkan program promo tukar tabung dari ukuran 3 kg ke Bright Gas 5,5 kg secara gratis.
‎
‎Upaya ini menjadi strategi agar para pengusaha segera beralih dari penggunaan distribusi LPG 3 kg ke produk non-subsidi.
‎
‎Sales Branch Manager (SBM) Sulutgo IV Gas, Ahmad Fernando, memberikan peringatan tegas kepada para pemilik usaha.

Ia menekankan bahwa gas melon hanya untuk masyarakat miskin, bukan untuk mencari keuntungan bisnis besar. Oleh karena itu, kesadaran para pelaku usaha sangat penting demi menjaga keadilan bagi warga prasejahtera.
‎
‎”Diharapkan kepada usaha yang dilarang menggunakan LPG 3 Kg subsidi, dapat beralih menggunakan LPG Non Subsidi,” tegas Ahmad Fernando saat berada di lokasi sidak.
‎
‎Melalui pengawasan yang intensif, Pertamina berharap penyaluran energi bersubsidi ini bisa lebih akurat dan tepat sasaran.
‎
‎Ahmad Fernando menginginkan agar tidak ada lagi kebocoran subsidi yang justru dinikmati oleh kalangan menengah ke atas.

Sidak ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk menjaga stabilitas pasokan di wilayah Sulutgo.
‎
‎”Diharapkan dengan adanya sidak dan monitoring secara intens, LPG 3 Kg bersubdisi bisa tepat sasaran,” harapnya.
‎
‎Bagi masyarakat mampu dan pelaku usaha yang ingin bermigrasi ke layanan non-subsidi, Pertamina menyediakan jalur komunikasi khusus.

Konsumen dapat menukarkan tabung 3 kg mereka ke tabung merah muda (Bright Gas) melalui koordinasi langsung dengan pihak Pertamina setempat.
‎
‎Untuk info lebih lanjut terkait program promosi tukar tabung LPG 3 Kg ke LPG Non Subsidi (pink) dapat menghubungi call center Pertamina yaitu 135.

“Pertamina mengucapkan terima kasih kepada usaha yang sudah menggunakan LPG Non Subsidi,” tandas Ahmad Fernando. (*/ben)