SANGIHE — Krisis berulang terkait ketersediaan obat bagi pasien BPJS di Rumah Sakit Daerah (RSD) Liung Kendage Tahuna kembali menjadi sorotan utama.
Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ferdy Sondakh SE menilai bahwa pemerintah daerah perlu mengambil langkah tegas dengan memprioritaskan anggaran kesehatan dalam pembahasan RAPBD 2026.
Sondakh mengatakan, keluhan masyarakat mengenai kekurangan obat bukan lagi persoalan yang bisa dianggap sepele.
Menurutnya, kekosongan obat tidak sekadar masalah teknis manajemen rumah sakit, tetapi menyangkut pemenuhan hak dasar warga untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.
“Masalah ini tidak boleh terus berulang. Ketersediaan obat adalah kebutuhan mendasar yang harus dijamin,” tegas Sondakh, Rabu (26/11/2025).
Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan bahwa pembahasan anggaran daerah harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan langsung masyarakat.
Minimnya stok obat, lanjutnya, tidak hanya menghambat pelayanan, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap fasilitas kesehatan daerah.
Melalui Rapat Badan Anggaran (Banggar), DPRD Sangihe berkomitmen mendorong sejumlah langkah strategis untuk memperkuat sektor kesehatan.
Sondakh memastikan bahwa Fraksi PDI Perjuangan menjadikan isu kesehatan sebagai prioritas dalam pembahasan RAPBD 2026.
Ia juga menegaskan pentingnya pembenahan manajemen logistik farmasi demi menjamin pelayanan kesehatan tidak lagi terganggu. “Masyarakat yang sedang sakit tidak boleh dipersulit dengan alasan apa pun,” tandasnya.
Adapun langkah strategis yang akan didorong DPRD Sangihe bersama Fraksi PDI Perjuangan meliputi:
1. Menjamin ketersediaan obat bagi pasien BPJS di RSD Liung Kendage Tahuna dan fasilitas kesehatan lainnya.
2. Memperkuat alokasi anggaran sektor kesehatan, khususnya pada layanan dasar masyarakat.
3. Memperketat pengawasan penggunaan anggaran kesehatan agar tepat sasaran dan kembali pada pelayanan publik.
Dengan dorongan ini, DPRD berharap Pemerintah Daerah Sangihe dapat melakukan pembenahan yang lebih komprehensif demi memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal. (IvAn)






















