Doa Bersama Lintas Agama: Sangihe Gelorakan Toleransi dan Kedamaian

146
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Forkopimda, DPRD, tokoh agama, dan elemen masyarakat saat Doa Bersama Lintas Agama di Rumah Jabatan Bupati, Senin (1/9/2025). (Dok.Ist)

SANGIHE – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar Doa Bersama Lintas Agama di Ruang Serba Guna Rumah Jabatan Bupati, Senin (1/9/2025).

Acara ini berlangsung penuh khidmat, dihadiri Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari, Sekretaris Daerah Melancthon Wolff, Wakil Ketua DPRD Marvein Hontong, jajaran Forkopimda, tokoh agama, pimpinan OPD, mahasiswa, perwakilan masyarakat, staf khusus bupati, hingga insan pers.

Kegiatan bertajuk “Untuk Indonesia yang Aman, Damai, Bahagia dan Sejahtera” tersebut menjadi momentum penting mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Bupati Michael Thungari menegaskan pentingnya menjaga persatuan meski ada perbedaan iman maupun keyakinan.

Ia mengingatkan bahwa kebersamaan adalah kunci menghadapi tantangan bangsa.

Bupati juga menyampaikan duka cita atas tragedi yang menelan korban jiwa di sejumlah wilayah Indonesia akibat aksi demonstrasi dan anarkisme.

Menurutnya, setiap nyawa yang hilang merupakan kehilangan besar bagi bangsa.

Lebih jauh, Thungari menyinggung berbagai peristiwa sejarah dunia yang runtuh akibat perpecahan, mulai dari bubarnya Yugoslavia, genosida Rwanda, runtuhnya Kekaisaran Romawi, hingga kisah Menara Babel dalam Kitab Kejadian.

Dari sana, ia mengingatkan pentingnya merawat komunikasi, toleransi, dan persaudaraan.

Melalui momentum doa lintas agama ini, Bupati menyampaikan empat hal penting untuk dijaga bersama, yakni:

1. Menjaga persatuan dan toleransi meski berbeda agama, budaya, dan pandangan politik.

2. Bijak dalam bermedia sosial, tidak mudah percaya provokasi dan berita hoaks.

3. Menguatkan peran tokoh agama dan adat dalam menenangkan umat serta menjaga harmoni.

4. Memperkuat sinergi pemerintah, TNI, dan Polri demi keamanan dan ketertiban bersama.

Thungari menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap aspirasi masyarakat, namun menolak cara-cara anarkis.

Ia menilai demonstrasi tidak pernah membawa keuntungan, justru mengganggu ekonomi serta membuat situasi tidak kondusif.

Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal Sangihe yang sarat nilai persaudaraan, seperti somahe kai kehage, torang samua bersaudara, dan metatengkang.

Menurutnya, nilai luhur ini merupakan warisan leluhur yang wajib dijaga agar Sangihe tetap aman dan rukun.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus berdoa dan bekerja bersama demi kedamaian bangsa.  (IvAn)