Prodi PGSD Unika De La Salle Tingkatkan Keterampilan Literasi di Pasar Bersehati Manado

175
Prodi PGSD De La Salle Manado Berikan Pengetahuan Literasi dan Numerasi kepada Anak-anak Dinding. (ist)

MANADO – Mahasiswa beserta dosen Fakultas Ilmu pendidikan, khususnya program studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mengunjungi Pasar Bersehati Manado, Sabtu (27/04/2025).

Kunjungan itu bagian dari proyek mahasiswa untuk mengajarkan anak-anak yang ada di lingkungan Pasar Bersehati Manado, yang selama ini menjadi binaan Komunitas Dinding Manado.

Hal itu disampaikan langsung oleh dosen pengampu pembelajaran literasi sekolah dasar (SD), Evi Martika Dewi Kasiahe.

”Prodi PGSD ada satu mata kuliah tentang pembelajaran literasi SD, nah, ini adalah salah satu tugas proyek mahasiswa untuk mengajar dan mereka dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu untuk kelompok literasi dan numerasi.”

“Dalam pembagian kemarin, bagi literasi mengajar di kelas kecil, dan numerasi sendiri di kelas besar, jadi mahasiswa ini mempersiapkan mulai dari modul ajar, kemudian media untuk mengajar,” ungkap Evi.

Tentunya kegiatan ini, kata pendidik berdarah Nusa Utara ini, tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan dan meningkatkan keterampilan literasi, dalam hal ini baca tulis dan juga numerasi atau berhitung bagi anak – anak.

“Dengan adanya pembelajaran ini yang dilengkapi alat-alat media maupun praga untuk bahan pembelajaran, semoga mempermudah siswa – siswi di sini untuk bisa membaca, menulis dan berhitung,” terangnya.

Sedangkan bagi Mahasiswa, tambah Dosen Bahasa Indonesia ini, karena mereka PGSD sudah biasa di sekolah.

“Nah, saya suka mengajak mereka di sini, supaya mereka bisa belajar menangani anak-anak yang khusus. Kalau di sekolah formal kan sudah biasa, sehingga ketika mereka berhadapan dengan siswa tertentu, tentunya akan mendapatkan pengalaman yang baik, karena sudah praktek di Komunitas Dinding Manado,” ucapnya.

Ditanya apakah kegiatan seperti ini akan berkelanjutan? Ia berharap seperti itu. Namun kembali lagi pada kesibukan setiap semester, karena mata kuliah ini hanya ada pada semester genap.

Kalau di ganjil tidak ada, namun akan mengusahakan setiap semester bisa ke sini. “Mengingat ada proyek mahasiswa, yang bukan hanya dibuat di kelas saja, melainkan di luar kelas.”

“Ini sebenarnya adalah mata kuliah pilihan, jadi di semester 4 sekitar 20 mahasiswa, namun yang memilih mata kuliah ini hanya 10 orang, sisanya mata kuliah lain,” ucapnya.

Untuk para pendidik yang hadir, lanjut dosen pengampu literasi ini, ada 4 orang di antaranya.

Evi Martika Dewi Kasiahe pengajar Bahasa Indonesia, Fabyana Imelda Tamboto dosen manajemen dan psikologi, Eunike Mandolang dosen mata kuliah konsentrasi PGSD dan Anita Warouw, dosen mata kuliah pendidikan agama Katolik.

Mahasiswa pengajar mata kuliah literasi SD, Yohana M. Virgin Ridwan, ketika diwawancarai mengatakan sangat bahagia bisa terlibat dalam pembelajaran hari ini bersama adik-adik di Komunitas Dinding Manado.

“Jujur banyak hal baru yang bisa didapatkan, seperti bagaimana menghadapi tantangan yang ada,” ungkapnya.

“Ini kali kedua saya mengajar di sini, sudah tahu karakter anak – anak di sini, ada yang dengar – dengaran, ada pula yang tidak dan perlu dibina secara berkelanjutan. Sekali lagi, kami sangat senang mendapatkan kesempatan untuk bisa mengajar di sini, jika ada kesempatan lagi kami akan kembali,” jelasnya.

Di luar daripada itu, Yohana berharap, Komunitas Dinding Manado semakin berkembang, agar bisa membuat anak-anak yang tergabung di dalam komunitas ini terus mendapatkan ilmu, seperti anak-anak lainnya yang bersekolah secara formal.

Ketua Dinding Manado, Rexy Lakat, pada kesempatan yang sama mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman mahasiswa dari prodi PGSD De La Salle Manado, beserta dosen pengampunya.

“Kehadiran teman-teman semua bagian dari hal terpenting dalam membantu mencerdaskan anak-anak yang ada di sekitaran Pasar Bersehati Manado.”

“Unika De La Salle Manado merupakan salah satu kampus yang selalu memberikan perhatian di Komunitas Dinding Manado, dan itu setiap tahunnya. Untuk itu, kami sangat-sangat berterima kasih, jika kakak – kakak semua akan kembali lagi, untuk mengajar, kami akan sangat terbuka, ” pungkasnya. (don)