
MANADO – Pengenalan tata surya, pancasila, sejarah pahlawan Indonesia bahkan proses pengenalan hewan, melalui sebuah gambar yang diwarnai disertai dengan pengenalan huruf dan angka, menjadi topik pembelajaran yang diajarkan Nyong dan Noni Unsrat kepada anak-anak binaan Komunitas Dinding Manado, Pasar Bersehati Manado, Sabtu (04/05/2024).
Proses pembelajaran itu dibagi menjadi 2 kelas. Di mana, kelas besar dan kecil digabungkan.
Sedangkan kelas Paud diajarkan pengenalan hewan sambil mewarnai, disertai dengan pengenalan huruf dan angka.
Antusias dari keduanya sangat terlihat ketika Nyong dan Noni Unsrat mulai memperkenalkan satu persatu materinya, sembari mendorong timpal balik dari anak-anak.
Proses belajarnya 2 arah agar materinya dinilai dipahami oleh anak-anak.
Begitulah yang terlihat di kelas kecil dan besar.
Sedangkan kelas paud dilakukan pendampingan satu persatu oleh Nyong dan Noni Unsrat, beserta relawan yang hadir.
Goresan pensil warna mulai terlihat dari gerakan tangan anak-anak, yang di arahan oleh kakak-kakak pendamping. Sampai gambar berbentuk hewan itu dipenuhi warna, yang disesuaikan dengan kehidupan nyata.
Setelah proses pembelajaran dilakukan, kemudian kegiatan itu ditutup dengan berbagai games, yang mendorong keceriaan dan kebersamaan dari anak-anak beserta Nyong Noni Unsrat itu. Bahkan juga, beberapa anak yang bisa menjawab pertanyaan dari setiap materi yang disampaikan, atau gambarnya dinilai baik diberikan doorprize (hadiah).
Begitulah proses pembelajaran yang diberikan Nyong dan Noni Unsrat.
Nyong Inzhagi Stenael Bokko dan Noni Meissy Natalia Watuseke ketika diwawancarai, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu program dari Nyong dan Noni Unsrat tahun 2023.
“Di mana kami Nyong dan Noni Unsrat 2023 boleh terjun langsung bersama adik-adik dan mengajar bersama komunitas Dinding Manado di Pasar Bersehati Manado.”
“Selain itu, sebagai mahasiswa boleh memberikan ilmu yang kami punya kepada adik-adik ini. Baik itu dari pengetahuan alam, sejarah, membaca, menulis dan mewarnai. Bahkan kami boleh berinteraksi langsung dengan adik-adik yang ada di Komunitas Dinding Manado ini,” ungkap Meissy.
Melalui kegiatan ini, tambah Meissy, menjadi kegiatan yang luar biasa, yang bisa dilaksanakan dan semoga ke depannya bisa terus berkolaborasi dengan Komunitas Dinding Manado. Dan bisa bertemu lagi dengan adik-adik di tempat ini.
Inzhagi menambahkan, bahwa dirinya sangat senang dan tertarik lagi memberikan pengetahuan kepada anak-anak. Dengan pengetahuan yang dimiliki,dan bisa dijangkau oleh adik-adik.
“Kirannya program seperti ini bisa dilanjutkan oleh generasi selanjutnya, atau Nyong Noni Unsrat berikutnya sebisanya menjadi program yang menunjukan rasa kepedulian, serta menunjukan bahwa Nyong Noni Unsrat bukan hanya ikatan di dalam kampus saja. Tetapi ikatan yang mampu berbaur dengan organisasi atau komunitas di luar kampus untuk membangun rasa kepedulian,” terangnya.
Oleh sebab itu, Inzhagi dan Meissy berpesan agar komunitas Dinding Manado tetap semangat. Kirannya bisa memperluas jangkauannya. Bukan hanya di sekitaran Pasar Bersehati Manado, tapi juga masih ada anak-anak di luar Pasar Bersehati Manado yang membutuhkan pendidikan, yang mungkin secara finansial tidak mampu.
“Saya berharap Dinding Manado semakin besar dan tetap ada terus. Tidak hanya beberapa tahun ini, tapi untuk seterusnya. Dan kirannya Dinding Manado makin banyak relawan yang bergabung, dan juga Komunitas Dinding Manado semakin eksis,” tutur Inzhagi dan Meissy, secara bersamaan.
Sedangkan penanggungjawab program Nyong dan Noni Unsrat 2023, Allan Septian Makal, menyebut banyak tempat-tempat yang sama seperti Komunitas Dinding Manado, tapi Nyong dan Noni Unsrat lebih memilih komunitas yang lebih mudah dijangkau.
Setelah mengenal atau mengajari hal-hal yang bisa dijangkau, ke depannya Nyong dan Noni Unsrat ingin lebih maju dan membangun kerjasama yang lebih luas lagi.
“Kami selaku penanggungjawab kegiatan memutuskan beberapa pembelajaran umum kepada anak-anak, sesuai dengan keputusan bersama, yang di dalamnya ada pancasila, pengenalan tata surya, dan presiden Indonesia. Bahkan mengajari anak-anak terakit dengan pengetahuan yang kurang peminatnya, yakni tentang tata surya,” ucap Allan sambil menyebut Nyong dan Noni yang hadir pada kegiatan itu ada sebanyak 12, di mana 6 Nyong dan 6 juga Noni.
Sementara Ketua komunitas Dinding Manado, Meikel Pontolondo, yang diwakili Sekretarisnya, Hengkie Paulus Tondatuon, mengucapkan banyak terima kasih kepada Nyong dan Noni Unsrat, yang sudah memberi diri dan membagikan pengetahuannya kepada adik-adik binaan Komunitas Dinding Manado.
“Berhasilnya kolaborasi ini, sekirannya hubungan kita terus dijaga, dan bisa berprogram lagi. Jika ada teman-teman dari Nyong dan Noni akan datang mengajar lagi, kami sangat terbuka,” pungkas Jevo sapaan akrab rekan-rekannya itu. (*/don)




















