BBPOM Manado Periksa Takjil Ramadhan di Kabupaten Kota, Pastikan Jualan Higienis

464
Petugas BBPOM Manado sedang melakukan uji sampling di kendaraan operasipnsl, Senin (18/03/2024). (foto: donny)

MANADO – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Manado melakukan pengecekan Takjil bulan Ramadhan di 7 titik wilayah Kota Manado, Senin (18/03/2024).

“Yang kami lakukan saat ini yakni intensifikasi pengawasan di bulan puasa. Itu kami laksanakan sebelum bulan puasa dan sepekan berjalannya puasa,” kata Kepala BBPOM di Manado, Agus Yudi Prayudana kepada wartawan di sela pengambilan sampling.

Tujuh titik yang dilakukan pengawasan untuk Kota Manado ada di wilayah Kampung Arab, Wonasa, Kampung Ternate, Telinga, Malendeng, Banjer, Boulevard.

Kata Agus Yudi Prayudana, ketujuh titik yang dilakukan pengawasan khususnya di Kota Manado.

Dari 57 sample yang dilakukan uji sampling tidak mengandung bahan berbahaya. Waktu yang diperlukan butuh 24 jam untuk pengujian mikrobiologinya.

“Hasil uji ekolinya nanti kami sampaikan. Jadi kami lakukan dua hal dalam pengawasan ini. Pertama di sarang distribusi, dan sarana penjualan takjil berbuka puasa,” tambahnya.

Pengawasan ini, lanjut Agus, sudah dilakukan di Kotamobagu, Tomohon, Minahasa Utara dan Minahasa.

Sampling takjil diambil yang dicurigai kemudian dites pakai Rapid Test Kid Formalin dan Boraks.
Dari 67 sample yang dilakukan uji sampling yakni di Minahasa, Minut dan Tomohon.

Lima diantaranya ditemukan mengandung cemaran mikrobiologi seperti minuman es.

“Kemungkinan sanitasi dan higienisnya tidak teruji. Mungkin juga dari es batunya atau bahan air yang tidak memenuhi syarat,” sambungnya.

Temuan BBPOM pada makanan berbahaya akan dicatat sumbernya, kemudian ditelusuri sampai dapat. “Nanti kemudian kita lakukan pembinaan,” pungkasnya. (don)