MANADO – Kepemimpinan Yulius Selvanus sebagai Gubernur Sulawesi Utara mulai menunjukkan karakter kuatnya: tegas, terukur, dan berorientasi hasil.
Di tengah derasnya dinamika dan kritik publik, Gubernur memilih satu jawaban: kerja nyata.
Bagi Gubernur Yulius Selvanus, pembangunan bukan soal narasi, melainkan eksekusi. Seluruh program prioritas yang ia canangkan bersama Wakil Gubernur kini bergerak dalam satu ritme: cepat, konsisten, dan berdampak langsung bagi rakyat.
“Aspirasi masyarakat bukan untuk diperdebatkan, tetapi untuk diwujudkan,” menjadi semangat yang terus digaungkan dalam setiap kebijakan.
Hasilnya mulai tak terbantahkan. Ekonomi Sulawesi Utara tumbuh 5,66 persen pada Triwulan IV 2025, dengan nilai PDRB menembus Rp204,75 triliun.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan sinyal kuat bahwa arah kepemimpinan berjalan di jalur yang tepat.
Di sektor infrastruktur, Gubernur Yulius Selvanus menggerakkan percepatan pembangunan jalan strategis yang menjadi urat nadi ekonomi rakyat.
Lebih jauh, ia menempatkan Sulut dalam peta besar: calon hub logistik internasional di kawasan timur Indonesia—visi besar yang menunjukkan keberanian berpikir melampaui batas daerah.
Pada saat yang sama, ia membangun fondasi masa depan melalui penguatan SDM. Program magang ke Jepang, pembangunan SMA Taruna Nusantara, hingga ekspansi pendidikan tinggi menjadi langkah konkret mencetak generasi kompetitif global.
Keberpihakan kepada rakyat kecil juga menjadi wajah utama kepemimpinannya. Petani dan nelayan tidak lagi sekadar objek kebijakan, tetapi subjek utama pembangunan.
NTP yang meningkat, bantuan alsintan, hingga penguatan sektor perikanan menjadi bukti keberpihakan yang nyata, bukan retorika.
Di sektor layanan dasar, Gubernur Yulius memastikan negara hadir hingga ke titik terluar.
Dari kapal klinik di wilayah kepulauan hingga listrik 24 jam di pulau-pulau terluar—semua menjadi simbol bahwa pembangunan tidak boleh timpang.
Tak hanya itu, stabilitas harga dan daya beli masyarakat dijaga melalui intervensi langsung di lapangan, memastikan rakyat tetap terlindungi di tengah tekanan ekonomi.
Namun lebih dari sekadar capaian, kekuatan utama kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus terletak pada kemampuannya merawat nilai lokal: mapalus.
Ia menjadikan gotong royong sebagai energi kolektif pembangunan menghubungkan pemerintah dan rakyat dalam satu gerak maju.
Kini, Sulawesi Utara tidak sekadar berjalan—tetapi melaju dengan arah yang jelas.
Dan di tengah perjalanan itu, satu pesan kuat mulai terbaca. Gubernur Yulius Selvanus bukan sekadar memimpin, tetapi sedang membangun warisan. (*/red)





















