Jelove Kaligis Penyintas Leukemia: Doa Orang Benar Besar Kuasanya

144
Jelove Kaligis. (ist)

MANADO – Jelove Kaligis menceritakan saat ia berumur 4 tahun 9 bulan sudah divonis terkena penyakit kanker darah atau leukemia.

Awalnya orang tuanya mengira sakit biasa, karena panas naik turun, badan pucat, berat badan semakin turun, juga hilang nafsu makan.

Karena orang tuanya sudah tidak tenang dengan kesehatannya maka mereka mengambil tindakan untuk bawa di Rumah Sakit Umum Noongan untuk diperiksa.

Dokter menganjurkan untuk periksa darah. Setelah periksa lab. Begitu hasil keluar, dokter langsung anjurkan harus rawat inap.

Karena hasil lab tidak baik, Hb menurun trombosit menurun, jadi saya harus nginap untuk pemeriksaan lanjut.

“Setelah dirawat dokter anjurkan untuk transfusi darah, karena waktu itu darah B+ belum tersedia di rumah sakit, jadi ditunda untuk transfusi. Besoknya dokter datang untuk pemeriksaan, dianjurkan untuk periksa kotoran (pup),” ujar Jelove kepada arenapost.id, Senin (13/4).

Setelah hasil keluar, dokter langsung memberi tahu orang tuanya. Mereka meminta harus dirujuk ke RSUP Kandou Malalayang.
Kedua orang tuanyapun kaget kenapa harus dirujuk ke Rumah Sakit Malalayang.

Dokter menjelaskan agar ada pemeriksaan lanjut di sana, jadi sorenya kami diantar ambulans ke RSUP Kandou.

“Saya dirawat di rumah sakit selama 6 bulan. Kemudian rawat jalan selama 2 tahun, jadi selama 2 tahun dikemo, tinggal kontrol atau cek lab selama 5 tahun,” ungkapnya.

“Puji Tuhan semua itu bisa dilewati sehingga dinyatakan lolos, dan dinyatakan sembuh. Sekarang saya sudah umur 14 tahun,” tandasnya.

Jelove Kaligis berpesan kepada teman-teman yang dalam perawatan di Estella saat ini tetap semangat jangan menyerah, karena Tuhan memberikan cobaan tidak melebihi kekuatan kita.

Baginya, doa orang benar besar kuasanya, jadi para orang tua juga yang merawat anak-anak yang sementara juga dirawat tetap andalkan dan berserah terus kepada Tuhan.

“Jadi buat anak-anak yang sehat, supaya jaga pola makan, jaga kesehatan. Kalau ada kedapatan gejala-gejala sakit yang mirip dengan saya, langsung datang ke rumah sakit untuk diperiksa, jangan takut, karena ini salah satu bukti cinta kasih Tuhan kepada saya,” pungkas Jelove Kaligis.

Jelove Kaligis mengucapkan terima kasih karena selama dirawat di RSUP Kandou khususnya di ruangan Estella, Kepala Ruangan Suster Konda dan perawat-perawat semua yang begitu sabar merawatnya.

Tak lupa juga, dokter Stevanus Gunawan dan Prof. Max Mantik yang sudah merawat dan memberikan nasihat dalam perawatan selama 2 tahun. (ben)